Kenzo 14 Bulan

Belakangan ini aku jarang posting blog pribadi.

Aku juga udah nggak sesering dulu memfoto dan mensyuting Kenzo. Untungnya, uncle Kenzo masih rajin foto-foto pake kameranya sendiri. Malah koleksi fotoku kalah banyak dibanding dia. Rencananya aku dan Teddy mau beli harddisk khusus buat nyimpan semua koleksi foto keluarga.

Kenzo udah makin pintar sekarang. Dia aktiiiif buanget! Kalo nggak pas tidur, jarang ngeliat dia bisa diam. Pasti gerak ke mana-mana, manjat-manjat, naik-turun ranjang, muter-muter seluruh rumah dijelajahi. Padahal makannya juga nggak bisa banyak, meskipun itu makanan kegemaran dia. Jadi ya tetap kurus sampai sekarang, makan dikit, gerak banyak.

Puji Tuhan, Kenzo sehat selalu. Jarang sakit, bahkan pilek dan batuk juga jarang banget.

Mungkin karena sampai sekarang dia masih minum asi.

Kalo tengah malam masih suka bangun. Tapi begitu diasi, langsung pules lagi.

Kalo mo bobok malam, udah ga mau digendong lagi. Maunya sambil tiduran sambil diasi.

Kalo lagi jalan ke mall, ga mau digendong juga. Maunya jalan sendiri. Padahal belum bisa diarahkan. Jadi kalo jalan sama Kenzo pasti lama nyampenya ke tujuan, soalnya muter-muter dulu.

Nggak takut ketemu orang asing. Kenzo bisa langsung ngoceh dan ketawa seperti dengan orang yang udah dia kenal baik.

Paling nempel sama mamanya. Sebentar-sebentar cari mamanya. Iya lah, dia kan paling doyan asi. Ga pake baby-sitter, lagi. Jadi kebayang deh gimana capenya jadi mamanya Kenzo he he…

Kalo udah mandi berendam, ga mau diangkat sebelum setengah jam. Sampai jari kaki dan tangannya keriput banget.

Kalo mama atau daddynya lagi makan, Kenzo maunya ikut duduk dipangku, sambil mainan sendok dan mengaduk-aduk isi piring. Padahal dia sendiri ga mau makan.

Itulah Kenzo 14 bulan.

Terima kasih, Tuhan, untuk Teddy dan Kenzo yang kini menemani hidupku.

Kenzo, Hampir Satu Tahun

Satu minggu lagi Kenzo udah bukan baby lagi… Dia udah kayak little boy sekarang.

Kenzo sekarang udah suka jalan ke mana-mana, tapi masih belum stabil. Sukanya main kejar-kejaran ama daddynya, padahal jalan aja masih belum bener. Belakangan ini hobi banget naik-turun ranjang yang tingginya se-dadanya. Dia udah dilatih daddynya cara turun dari ranjang yang benar, yaitu kaki duluan.

Kalo ketawa kenceng banget. Padahal umur belum satu tahun. Kalo bangun tidur langsung ngoceh. Makin malam makin cerewet. Kalo mandi juga cerewet banget. Kalo di kamar mandi kan suaranya bisa menggema, dia suka itu. Ngomongnya masih bahasa bayi. Kalo ketemu orang yang lama nggak ketemu, dia suka ngajak ngomong sambil jarinya nunjuk-nunjuk. Lima puluh persen orang yang baru ketemu Kenzo bilang kalo he is a friendly baby.

Porsi makan tetap sedikit. Udah bisa minum pake sedotan. Doyan ngemil. Bisa habis donat satu biji. Suka es krim dan coklat. Nggak begitu doyan bubur nasi atau nasi tim. Sukanya makan roti.

Kenzo, you are adorable… We love you sooo much…

Resep Sup Daging

Bahan:
1/4 kg daging sapi, potong dadu
1/4 kg wortel, potong-potong
1/4 kg kentang, potong dadu
3 lembar daun kol, iris memanjang
Daun seledri
Daun bawang
Bawang goreng, sebagai taburan
1,5 liter air
2 sdm minyak untuk menumis bumbu
3 siung bawang putih, haluskan
2 siung bawang merah, haluskan
1/2 sdt merica, haluskan
Garam
5 buah bunga cengkeh
Pala 1 biji
3 buah tomat, potong menjadi 4 bagian

Cara memasak:
1. Rebus daging hingga empuk.
2. Masukkan wortel, kentang, kol dan bumbu yang telah ditumis.
3. Tambahkan garam, pala, cengkeh, dan daun bawang.
4. Sajikan di mangkok, hiasi dengan tomat, bawang goreng, dan daun seledri.

Perilaku Buruk Orang Dewasa Diduga Kurang ASI Saat Bayi

Pernahkah melihat perilaku orang dewasa yang sangat buruk seperti gampang marah, egois suka kekerasan? Coba tanyakan kehidupannya saat bayi, apakah diberi ASI atau tidak? Karena perilaku buruk orang dewasa ternyata juga terkait dengan pemberian ASI atau tidak ketika kecil.

Peneliti dari Menzies School of Health Research di Darwin, Profesor Sven Silburn menuturkan terdapat bukti yang menunjukkan hubungan antara menyusui dengan kesehatan mental seseorang.

Jika saat bayi diberi ASI, maka tubuh orang saat bayi akan mendapat serotonin yaitu zat antistres yang banyak dibentuk dalam 2 tahun pertama kehidupan si bayi.

Zat antistres ini akan masuk ke dalam tubuhnya yang membuat anak menjadi tidak mudah marah, menghindari stres dan depresi serta mengurangi kemungkinan terkena gangguan mental saat dewasa nanti.

Sebaliknya sikap orang dewasa yang mudah marah, gampang stres, gampang depresi serta gampang terkena gangguan mental bisa jadi salah satu faktornya kurangnya asupan serotonin saat bayi alias tidak mendapatkan ASI.

Orang yang mendapatkan ASI saat masih bayi juga cenderung akan memiliki perilaku yang lebih baik, terhindar dari sifat kekerasan, kelalaian, meningkatkan kecerdasan serta menghindari sifat egois. Ini dikarenakan saat disusui anak mendapat perhatian yang cukup dari orangtuanya, sehingga anak tak perlu mencari-cari perhatian dengan melakukan perilaku yang buruk.

Should You Do Your Own Personal Bathroom Redesigning?

bathroom storage cabinetsAre you thinking about remodeling your toilet? If so, you are not alone. Each year, many property owners make the choice to remodel their bathrooms. Several make the judgement to get a specialist do the home improvement for them, even though other people decide to do their redecorating. Have you decided what you want to accomplish yet? In case you have yet to make a decision, you may well be wondering whether or not or not it’s well worth it and even feasible in your case do your own personal toilet redesigning.

Bingung Pilih Cloth Diaper? Baca Pengalaman Saya Dan Kenzo Dulu Ya…

Belakangan ini banyak beredar merk-merk cloth diaper baru, dari yang berharga belasan ribu sampai tiga ratus ribuan per bijinya. Saya pengen sharing tentang pengalaman bayi saya, Kenzo, selama pakai cloth diaper mulai umur dua bulan sampai sekarang, hampir sepuluh bulan.

Bagi yang belum pernah pakai dan berniat beli, mungkin bingung milih cloth diaper yang mana. Kalau saya sendiri dulu dimulai dari beli cloth diaper mahal berharga rata-rata dua ratus lima puluh ribuan (baca artikel saya Selamat Datang Cloth Diaper), Senangnya Pakai Cloth Diaper, dan Review Cloth Diaper. Saya punya BumGenius, Happy Heinys, Fuzzy Bunz, Bumwear, dan Wonderoos. Jujur saja, dari rencana memakaikan clodi hanya untuk tidur siang dan malam, ternyata lama-lama saya keenakan dan memakaikannya sepanjang hari. Malah, kalau malam hari Kenzo terpaksa pakai disposable diaper karena pipisnya banyak banget. Kalo pakai clodi pasti deh bocor ke mana-mana.

Lalu kira-kira dua bulan lalu, saya beli lagi beberapa clodi lokal, termasuk di antaranya celana sistem serap merk Nice Kids. Harganya cuma lima belas ribu rupiah, tapi ternyata saya paling jatuh cinta dengan clodi yang satu ini. Mengapa?

Satu, bentuknya slim. Paling ramping kalo dipake. Saya suka dengan kerampingannya sehingga bisa didobel dengan celana panjang kalau lagi ke luar rumah.

Dua, nggak bocor (untuk sekali pipis), dan nggak bikin paha Kenzo merah.

Tiga, gampang dicuci kalo kena pup. Dianjurkan cuci pakai tangan untuk memelihara daya tahan clodi, tapi boleh juga kalo mau pake mesin cuci.

Empat, satu ukuran (all size). Kalo clodinya dirawat dengan baik, bisa dipakai dalam jangka waktu lama.

Lima, dan paling penting, harganya murah meriah. Paling murah di antara clodi lokal lain yang saya punya. Rasanya nggak begitu masalah di dompet kalo mau beli sepuluh atau dua puluh clodi ini. Mengapa saya bilang faktor murah ini paling penting? Karena kita jadi bisa beli banyak. Dengan kita punya banyak clodi, bayi jadi bisa sering ganti clodi. Sekali pipis, langsung ganti. Bukan dua kali atau tiga kali pipis baru diganti. Kecuali keadaan darurat seperti lagi di luar rumah, atau bayi masih tidur pulas dan kita nggak tega ngebangunin he he… Intinya, sama dong kayak kita, kan nggak nyaman ya kalo abis pipis celananya nggak langsung diganti. Bahkan misalnya lagi pake clodi mahal yang sanggup menampung pipis sampai tiga-empat kali, saya tetap langsung mengganti clodi begitu udah dipipisin sekali saja, meski baru dipakai lima menit. Gampang kok mendeteksinya, dari bau pesing aja udah cukup he he…

Jadi kesimpulannya, kalo saya lebih suka memakaikan clodi Nice Kids untuk sehari-hari di rumah. Sedangkan kalo lagi ke luar rumah, Kenzo pakai clodi impor yang daya tampung pipisnya lebih banyak.

Semoga pengalaman saya bisa membantu buat moms yang kebingungan milih cloth diaper. Oya, postingan saya ini murni pengalaman pribadi, saya nggak dibayar pihak manapun untuk mempromosikan produk tertentu. Menurut saya, silakan dicoba clodi merk apa yang paling cocok, terus usahakan punya dalam jumlah banyak supaya sekali pipis bisa langsung diganti. Ingat, clodi fungsinya adalah seperti celana kain biasa, tapi melindungi kasur supaya nggak kena pipis bayi, di lain pihak bayi harus tetap merasa nyaman dengan clodinya. Clodi bukanlah celana untuk menampung pipis berkali-kali.

Happy cloth diapering!

Susu Tambahan Selain ASI, Perlukah?

Habis googling tentang apakah bayi perlu ditambah susu formula selain ASI, akhirnya saya nemu artikel ini. Lega deh abis baca ini, kesimpulannya Kenzo tetap ASI saja. Nggak perlu beli sufor deh.

Artikel ini akan lebih terfokus pada pertanyaan “APAKAH BAYI SAYA PERLU DIBERIKAN TAMBAHAN SUSU LAIN SELAIN ASI?”.

Beberapa mitos yang berkembang:

1. Bayi harus diajarkan untuk minum dari botol supaya mereka bisa diberikan ASI Perah (ASIP) ketika ibunya sedang di luar rumah.

TIDAK BENAR. Beberapa bayi ASIX tidak akan pernah mau minum dari botol ketika mereka mencapai usia 2 atau 3 bulan. Kebanyakan dari bayi-bayi ASIX yang belum pernah disusui dengan botol dan dot, bahkan mereka yang pada minggu-minggu pertama kehidupan sempat disusui dengan botol kemudian berhenti, akan menolak botol tersebut ketika mereka berusia 4 atau 5 bulan. Ini bukanlah suatu tragedi, jadi tidak ada alasan untuk memberikan botol kepada bayi di awal kehidupannya dengan dalil supaya bayi belajar untuk minum dari botol. Apabila bayi anda menolak, jangan dipaksakan; ibu dan bayi akan sama-sama menjadi frustasi. Apabila bayi berusia sekurangnya 6 bulan ketika anda mulai masuk kerja lagi di kantor, maka bayi benar-benar tidak perlu untuk minum dari botol. Bahkan jika bayi anda baru berusia 4 bulan (atau bahkan mungkin dibawah 4 bulan), dia tidak perlu belajar untuk minum dari botol. Dia bisa diberikan cairan dengan menggunakan sendok, pipet ataupun spuit (suntikan biasa, ataupun yang khusus untuk minum obat dan vitamin). Selain daripada itu, bayi bisa mulai belajar untuk minum dari cangkir pada saat berusia 5 atau 6 bulan (bahkan dibawah usia 5 bulan sudah bisa diberikan cairan melalui cangkir). Cangkirnya boleh jenis yang terbuka, tidak perlu tipe gelas khusus yang pakai spout (dot khusus untuk belajar minum). Mulailah dengan memberikan air putih (pada usia 6 bulan) karena pada permulaan belajar bayi akan lebih banyak menumpahkan minumannya. Namun, apabila bayi belum bisa untuk minum dari cangkir pada saat anda sudah akan mulai masuk kerja lagi, jangan khawatir, bayi anda tetap bisa minum cairan dengan menggunakan sendok, pipet atau pun spuit tadi.

2. Tetapi tidak ada salahnya kan untuk mengajarkan bayi supaya mau minum dari botol.

TIDAK SEPENUHNYA BENAR. Ada beberapa bayi yang tidak mengalami masalah sama sekali dengan metode Some babies do fine with both. Sesekali memberikan cairan melalui botol, apabila kegiatan menyusui berjalan dengan lancar, tidak akan terlalu berpengaruh. Namun, apabila bayi secara rutin diberikan asupan melalui botol (beberapa kali dalam sehari), dan pasokan ASI anda juga mengalami penurunan karena bayi semakin jarang menyusu secara langsung pada anda, maka kemungkinan besar bayi akan mulai menolak untuk menyusu sama sekali, bahkan untuk bayi yang berusia diatas 6 bulan sekalipun.

3. Bayi perlu minum susu ketika ibu sedang berada diluar rumah.

TIDAK BENAR. Menyusu sekurangnya 3-4 kali dalam 24 jam ditambah dengan berbagai macam hidangan MPASI dengan gizi seimbang, akan memberikan seluruh nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi anda sehingga bayi tidak memerlukan jenis susu lainnya ketika anda sedang berpergian. Ditambah lagi, hidangan MPASI-nya bisa juga dicampurkan dengan ASIP, tetapi ini bukan suatu keharusan.

4. Seandainya saya ingin memberikan susu selain ASI kepada bayi saya,maka lebih baik susu buatan (susu formula) sampai dengan bayi berusia 9 bulan.

TIDAK BENAR. Apabila bila bayi masih menyusu beberapa kali dalam sehari dan juga mendapatkan asupan MPASI dengan menu gizi seimbang, maka susu formula sama sekali tidak diperlukan dan tidak dianjurkan. Bahkan, bayi-bayi yang belum pernah mencicipi susu formula ketika mereka berusia dibawah 5-6 bulan, kebanyak akan menolak untuk minum tersebut karena rasanya yang tidak enak. (Kenapa ASI rasanya jauh lebih manis dibandingkan dengan susu formula padahal kandungan gulanya sama).

5. Bayi perlu minum susu (formula) untuk mendapatkan asupan kalsium.

TIDAK BENAR. Apabila anda khawatir mengenai asupan kalsium bayi anda, maka kalsium dapat diperoleh dari keju ataupun yoghurt. Tidak perlu untuk minum kalsium. Lagipula, apabila bayi masih menyusu, ASIanda juga mengandung kalsium.

6. Susu formula lanjutan (susu buatan untuk anak diatas usia 6 bulan) secara khusus diadaptasi untuk memenuhi kebutuhan anak diantara usia 6-12 bulan.

TIDAK BENAR. Susu formula lanjutan sama sekali tidak perlu, dan secara khusus diadaptasi untuk memenuhi kebutuhan marjin keuntungan perusahaan produsen susu formula. Jenis susu ini juga merupakan bagian dari strategi pemasaran perusahaan produsen susu formula untuk mensiasati batasan-batasan yang berlaku sehubungan dengan promosi dan pemasaran susu buatan secara langsung ke masyarakat.

7. Bayi ASIX pada usia 4 bulan perlu mendapatkan tambahan asupan zat besi selain dari ASI.

TIDAK BENAR. Untuk bayi yang lahir cukup bulan dan sedang dalam masa ASIX, seluruh kebutuhan zat besi dipasok oleh ASI. Namun, pada usia kurang lebih 6 bulan, merupakan hal yang baik untuk mulai memberikan tambahan asupan zat besi kepada bayi, selain dari ASI. Cara terbaik untuk melakukan hal tersebut adalah melalui makanannya (MPASI), dan sumber zat besi yang terbaik adalah daging (merah), bukan susu formula dan bukan juga sereal bayi.

8. Cara paling baik untuk meyakinkan bahwa anak mendapatkan zat besi adalah dengan memberikan sereal bayi.

TIDAK BENAR. Sereal bayi memang mengandung zat besi dalam jumlah yang tinggi, tetapi sebagian besar dari zat besi tersebut tidak dapat diserap oleh sistem pencernaan tubuh, sehingga jumlah zat besi yang tinggi tersebut seringkali menyebabkan sembelit pada bayi. Selanjutnya, banyak bayi ASIX yang tidak suka dengan rasa sereal. Tidak salah kok kalau kita mau mencoba memberikan sereal bayi, tetapi jangan dipaksakan karena bisa menimbulkan masalah seputar kebiasaan makan di kemudian hari. Cara paling tepat untuk memastikan apakah bayi kita cukup mendapatkan asupan zat besi adalah dengan terus memberikan ASI dan memperkenalkan MPASI dengan suasana yang relaks, menyenangkan dan pada waktu yang tepat. Cara paling mudah untuk memberikan tambahan zat besi kepada bayi berusia 6-12 bulan adalah melalui asupan daging (merah), karena zat besi yang terkandung didalam daging sangat mudah dicerna dan diserap oleh usus bayi.

(Artkel ini dirangkum dan diterjemahkan secara bebas dari: Handout #17 What to Feed… Revised January 2005, Written by Jack Newman, MD, FRCPC. © 2005)