Apr 01

Template Blogspot ini aku buat selama 3 hari, dan baru selesai tadi malam. Desainnya sederhana, image yang ada hanya header saja. Template ini aku buat supaya bisa dipakai se-fleksibel mungkin. Jadi tinggal mengganti gambar header, lalu warna background dan text-nya bisa diedit dengan mudah dari Dashboard. Hanya saja untuk mengedit horizontal top menu masih harus dilakukan secara manual, yaitu dari area Edit HTML. Tapi ini pun rasanya termasuk pekerjaan mudah.
Silakan didownload dari TemplatePanic.com.
Mar 27
eXTReMe Tracking tidak bisa gratis lagi di Indonesia! Ga tau sejak kapan, tapi hari ini waktu mau daftar free eXTReMe Tracking, langsung keluar tulisan ini:
Unfortunately we closed down our sales in Indonesia.
Tapi untuk blog yang sudah ada eXTReMe Tracking-nya, masih bisa jalan. Terpaksa harus cari alternatif lain deh…
Mar 26

Beberapa minggu terakhir ini saya dan suami sudah hampir menyelesaikan nonton serial Prison Break Season 1. Ternyata bagus dan seru. Saya sangat terhibur dengan tokoh utamanya yang cerdik dan pantang menyerah. Banyak masalah rumit, tapi selalu bisa terpecahkan dengan memuaskan.
Sekarang saya baru tahu kenapa serial ini diberi judul Prison Break. Kalo dulu pas pertama kali nonton, sempat bertanya-tanya apa sih inti cerita serial ini. Ternyata memang mo kabur dari penjara aja susah banget sampai butuh satu season. Terus yang season kedua ngapain ya?
Jan 31
Hingga hari ketiga memiliki MacBook, saya masih sibuk beradaptasi dan mencari software-software yang penting (bagi saya). Di antaranya — hasil bowsing di internet — adalah:
iSquint
Untuk mengconvert file .flv (YouTube) ke format .mp4 untuk iTunes.
ies4osx
Untuk menjalankan IE6 di OSX.
CreaText
Software text editor / html editor. Saya lebih sering pakai CreaText daripada Dreamweaver
MAMP
Untuk menginstall Apache, PHP dan MySQL di OSX.
Sementara itu dulu. Sekarang lagi asyik convert file-file youtube-ku.
Jan 30
Barusan beli MacBook 3,1 kemarin. Akhirnya, keinginan saya yang satu ini tercapai sudah. Perlu waktu penyesuaian untuk menggunakannya dengan lancar, karena sebelumnya sama sekali nggak pernah menyentuh MacBook.
Yang pertama perlu dilakukan adalah memindahkan data dari komputer lama. Lalu selanjutnya mencari software-software pengganti untuk Mac. Sejauh ini lumayan lancar sih.
Foto di atas aku ambil langsung dari webcam MacBook, tanpa edit sama sekali kecuali ukuran diperkecil sepertiga.
Jan 28
Mengenang handphone-handphoneku dari yang paling tua:
Sony Ericsson T-18 Purple. HP ini dibeliin papa waktu kuliah semester atas, seingetku semester 6 atau 7. Waktu itu harganya Rp 1.400.000.

LG-200 White. Yang ini beli pakai uang gaji sendiri. Harganya Rp 1 jutaan mungkin… lupa. Aku tertarik sama warnanya yang putih bersih, layarnya, lalu ringtonenya yang unik dan menonjol dibanding merek Nokia dan Ericsson yang banyak diminati waktu itu. Ukurannya juga kecil dan ringan.

Nokia 8210 Blue. Yang ini juga beli pakai uang gaji. Harga waktu itu Rp 2.000.000. Sangat menghabiskan tabungan mengingat gaji waktu itu sangat kecil. Tapi berhubung masih single/belum merit, jadi tidak begitu pusing meski uang habis. Model bagus, keren, ukuran kecil, dan bergengsi di masa itu.

Motorola C-650. Beli pakai duit sendiri. Harga Rp 1 juta. Fitur cukup banyak dengan harga murah. Maklum sudah menikah, jadi uangnya lebih baik dialokasikan ke hal lain. Handphone sih yang penting bisa untuk telpon dan sms, sudah cukup.

Nokia 2280 (CDMA). Lebih ngirit lagi. Harganya cuma Rp 500.000. Dibeli waktu kondisi keuangan lagi krisis. Ini yang aku pakai sampai sekarang. Fiturnya minim banget. Tapi sekarang aku nggak gitu hobi mainan handphone, jadi nggak masalah.

Jan 18
Film yang dibintangi Russell Crowe dan Denzel Washington ini asli keren banget. Pertamanya aku nggak seberapa minat, karena bayanganku paling banyak adegan tembak-tembakan. Waktu itu nonton di Royal Plaza, tempat nonton favoritku dan suami karena lokasi dekat dengan rumah, murah, dan bersih.
Pertamanya jalan ceritanya agak membosankan. Dialog panjang dan masih agak bingung tentang arah ceritanya. Tapi begitu kedua tokoh utama bertemu, ternyata jadi menarik banget. Endingnya juga bagus.
Jan 08
Nonton The Golden Compass di Royal Plaza. Agak ngantuk pas di tengah-tengah. Menurutku, The Chronicles of Narnia: The Lion, the Witch and the Wardrobe (2005), jauh lebih bagus.