Shopping With Baby

shopping-with-baby

Iseng-iseng buka iPhoto, eh… nemu foto ini. Sejak masih umur 5 hari Kenzo udah sering diajak ke luar rumah. Paling sering ke Cito Mall (City of Tomorrow Mall, Surabaya) yang deket rumah. Kami hampir ga pernah bawa stroller kalau ke luar rumah. Sampai umur lima bulan ini, baru sekali kami bawa stroller, pas ke Galaxy Mall. Kami sih lebih suka bawa car seat daripada stroller. Kalo pas ke mall, biasanya untuk dinner saja, car seat-nya ikut dibawa turun. Sementara kami makan, Kenzo duduk manis di car seatnya.

Nah, kalo pas kebetulan butuh ke Hypermart, car seat-nya ditaro di kereta belanja. Serasa bawa stroller hi hi…

Foto diambil 30 Juni 2009.

Sleepy Wrap Buat Yang Hobi Menggendong Bayi

I am a woman, a first-time parent, a baby-wearer, pro-breastfeeding, married, practical, a fan of educational toys, nature lover, open-minded, every day computer user, into finding great deals online.

Akhirnya, setelah dua minggu menunggu, pesananku Sleepy Wrap datang juga. Aku memang cocok pake Sleepy Wrap, karena kesukaanku menggendong Kenzo. Kemarin setelah dicuci langsung sorenya aku coba pakai. Ternyata memang enak banget sesuai yang diiklankan. Begitu pakai gendongan ini, Kenzo kelihatan senang karena bisa lihat-lihat sekitarnya dengan lebih jelas. Aku juga bisa berkomunikasi dan melihat ekspresi Kenzo dari jarak dekat. Hebatnya lagi, kedua tanganku bebas, benar-benar bebas. Biasanya kalau pakai gendongan sling, salah satu tangan masih memegang kepala Kenzo kalau dia tertidur. Tapi pakai Sleepy Wrap ini, meskipun Kenzo tertidur, kedua tanganku masih bisa bebas melakukan pekerjaanku. Eh, dia pules banget tidur di gendongan ini. Biasanya kalau tidur di ranjang suka tiba-tiba terbangun. Di sini, lamaaa banget pulesnya. Untung gendongannya memang dirancang supaya meskipun pakai berjam-jam, bahu kita nggak akan secapek kalau pakai gendongan sling yang cuma bertumpu pada satu bahu. Bahannya dari cotton-knit. Kainnya melar tapi melarnya pas. Waktu dipakai gendong Kenzo, nggak berasa terlalu ketat atau longgar. Cocok juga buat yang hobi jalan-jalan di mall, tapi males bawa stroller.

Kekurangannya, gendongan ini cara pakainya agak susah terutama bagi pemula. Untungnya jauh-jauh sebelumnya aku udah belajar cara ngiketnya dari Youtube. Jadi begitu barang datang, aku bisa langsung pakai dalam waktu singkat, kayak udah pro he he… Kekurangan yang lain, bahannya agak panas jadi kalau dipakai di tempat yang hawanya panas berasa kurang nyaman. Bersyukur di rumahku udah ada AC, jadi Kenzo nggak kepanasan. Kalau dipakai di tempat dingin, misalnya di mall-mall, wah, enak banget tuh.

Ini foto-fotonya.

sleepy-wrap

Kenzo Belajar Duduk

belajar-duduk

Belakangan ini Kenzo mulai belajar duduk. Belum bisa dilepas lama-lama, paling 5 detik aja. Tapi lucu banget ngeliat dia kalo lagi duduk.

Kenzo sih paling senang dibantu duduk.

Tiga Setengah Bulan, Kenzo Sudah Bisa Apa?

Wah ga terasa Kenzo udah tambah besar. Taunya setelah liat-liat file foto Kenzo waktu newborn. Wah, ternyata dulu keciiil banget, jauh kalo dibandingin sekarang. Sekarang di usia tiga setengah bulan, Kenzo udah bisa apa?

Yang jelas sejak usia tiga bulan, Kenzo udah makin mantap tengkurapnya. Bisa tengkurap sendiri, tapi belum bisa balik. Kalo minta dibalikin dia teriak-teriak dulu.

Terus belakangan ini udah makin kuat kepala dan punggungnya. Kalo digendong dia lebih suka didudukkan daripada posisi tidur.

Udah bisa pegang mainan untuk waktu yang lama.

Mau ngasih perhatian serius kalo mamanya lagi nerangkan tentang kegunaan suatu barang. Kalo dulu sih cuma bentar aja ndengerin mamanya ngomong, trus liat-liat lainnya.

Lebih banyak tersenyum dan respon. Tapi kalo ketawa ngakak masih jarang-jarang. Belum tentu sehari sekali.

Bisa nonton tv. Yang satu ini sih bukan maksud mamanya membiasakan Kenzo nonton tv. Tapi ada saat tertentu pas mamanya butuh waktu sendiri, misalnya mandi. Nah kalo disetelin tv dia bisa tenang nggak rewel.

Sudah mahir berguling di ranjang, sambil muter sembilan puluh derajat. Nah, untuk yang satu ini Kenzo perlu diawasin terus sepanjang hari. Sampai-sampai mamanya sering bangun tengah malam untuk ngebalikin posisi tidur ke tempat semula. Soalnya kalo nggak gitu kasihan daddy-nya, suka kepepet ke pinggir ranjang. Nggak kebayang repotnya kalo Kenzo udah bisa merangkak apalagi jalan!

Oya, Kenzo udah dicukur habis rambutnya kemarin, oleh papanya sendiri. Sekarang Kenzo mirip banget sama boneka he he… Cepetan tumbuh rambut ya!

Review Cloth Diaper

Bulan lalu ada tambahan empat stok cloth diaper untuk Kenzo. Jadi total stok cloth diaperku sampai saat ini ada enam. Ini reviewku tentang cloth diaper setelah memakaikan ke anakku selama kurang lebih satu bulan. Oya saat ini umur Kenzo 3 bulan, dengan BB 6 kg.

BumGenius, warna Twilight, velcro

Awalnya agak ragu untuk pesan cloth diaper yang pakai velcro. Eh, ternyata setelah beberapa kali pakai langsung suka, terutama oleh kepraktisannya. Perkiraanku clodi velcro bakal jadi favorit setelah Kenzo bisa merangkak, karena lebih gampang makeinnya dibanding yang pakai snap/kancing. Oya insertnya BumGenius ada 2, yang kecil untuk newborn dan yang besar untuk kalo bayinya udah agak gede. Kalo bayi udah gede, insert yang kecil bisa ditambahkan sebagai doubler. Sementara ini karena Kenzo masih kecil, aku makeinnya yang kecil aja. Insert kecil ini dibanding merk lain yang aku punya, bentuknya paling tipis karena cuma 2 lapis (rata-rata insert merk lain 3 lapis). Meskipun begitu daya serapnya oke dan ga pernah bocor untuk rata-rata pemakaian 3 jam. Oya saat ini Kenzo masih pakai settingan paling kecil untuk BumGenius.

Happy Heinys, motif Cow, velcro

Ini hampir sama dengan BumGenius. Cuma bedanya HH ini agak tebal di daerah ’sabuk’ dibanding BumGenius, karena ukuran velcronya memang dibuat full (lebih besar). Yang ini aku paling suka motifnya. Lucu dan gaya.

Fuzzy Bunz, warna Apple Green, snap

Nah ini favoritku nomor satu. Kenapa? Karena dia setingan ukuran pahanya ada di dalam, tidak seperti clodi-clodi lainnya. Jadi dari luar kelihatan paling rapi, nggak banyak kancing bertebaran. Inovasi dia yang bikin setingan ukuran paha pakai karet, sangat fleksible dan menurutku paling nyaman untuk bayi. Kalau clodi lain umumnya pakai snap, dan biasanya pakai sistem dilipat di daerah perut. Nah kalau pakai karet ini jauh lebih fleksibel.

Bumwear, warna navy dyno, snap

Ini clodi pertama yang aku punya. Kalau ini aku paling suka insertnya, paling gampang masukinnya ke cover karena dijahit membentuk kantong. Hm, agak susah jelasinnya kalau gak pakai gambar sih.

Wonderoos, warna natural, snap

Kalau yang satu ini terus terang ga begitu pas di badan Kenzo. Tapi kalau untuk bayi yang lebih besar, banyak yang puas dengan Wonderoos. Mungkin karena kancing untuk melipat cuma ada dua, jadi kalo dipakai bayi newborn kelihatan ga begitu rapi. Kalau clodi lain seperti BumGenius dan Happy Heinys, ada 3 kancing sehingga bisa rapi. Positifnya, insert Wonderoos ini bentuknya paling mengikuti lekuk pantat bayi, nggak seperti insert lain yang biasanya berbentuk kotak segi panjang. Dilihat dari bentuk dan tebal insertnya, Wonderoos ini oke banget untuk bayi yang lebih besar.

Cloth Diaper dari Tolly Joy, warna biru pastel, velcro

Untuk clodi terakhir ini aku nggak nyangka sama sekali kalau bakal nemuin pas pulang kampung (Kudus). Waktu jalan-jalan ke Matahari Dept Store, iseng-iseng aku nanya ke mbak yang jaga stan bayi, apakah ada cloth diaper. Eh… ternyata ada. Clodi ini harganya kalo ga salah sekitar 37 ribuan, covernya saja. Jadi tanpa insert. Dia juga pakai sistem kantong. Tapi waktu aku tanya apakah jual insertnya juga, ternyata ga ada. Jadi aku tetap beli dengan harapan bisa pakai insert dari clodi merk lain. Ternyata bisa juga. Biasanya aku pakein clodi ini setelah mandi sore, karena di saat-saat itu pipisnya paling jarang. Aku pakein insertnya BumGenius yang kecil, yang cuma 2 lapis. Ternyata pas banget. Cuma aku nggak pakein clodi yang ini lama-lama. Kalo udah pipis, ya langsung ganti. Clodi ini ga bocor kalau cuma dipipisin. Pernah sekali waktu Kenzo pup pas pakai clodi ini. Eh… tembus lewat atas. Bagian pahanya sih gak tembus. Pupnya Kenzo kan masih encer kayak pasta. Jadinya belepotan ke mana-mana. He he…

Hm, segitu dulu deh reviewku tentang cloth diaper. Oya meskipun udah punya cloth diaper, bayi tetap harus sering-sering dipakein popok kain yang cuma satu lapis itu lho, karena kulit bayi juga perlu bernafas. Kalau lagi ganti clodi, biarkan bayi telanjang dulu untuk beberapa menit. Clodinya bisa dipakaikan pas bobo siang dan malam saja, atau pas bayi lagi pengen digendong terus he he…

Pertama Kali Tertawa

Sore tadi pertama kali aku ngeliat Kenzo tertawa dengan suara. Gemesiiiin banget. Tapi ga sempet difoto… Jadi yang aku posting foto ini aja, Kenzo dan bapaknya…

kenzo-and-teddy

Hari Pertama di Kudus

Hari pertama ke kampung halaman di Kudus, Kenzo memperlihatkan kemajuan pesat. Tadi malam dari jam tujuh malam sampai sepuluh malam Kenzo ngoceh non-stop. Aku sih ngantuk banget habis perjalanan enam jam. Teddy apalagi, habis nyetir perjalanan panjang. Jadi kami tiduran di kamar sambil dengerin Kenzo ngoceh. Lucu banget. Perbendaharaan katanya udah jauh, jauh lebih banyak dari kemarin. Biasanya aku ikut ngomong kalau dia lagi ngoceh. Tapi tadi malam capeknya luar biasa. Mana dia lama gak selesai-selesai. Aku nunggu sampai Kenzo rewel supaya bisa menidurkannya dengan mudah.