You Are Not Alone

Wayne, seorang ABG yang masih duduk di bangku SMP, adalah anak yang istimewa. Ayahnya termasuk dalam sepuluh besar konglomerat di negara ini, sedangkan ibunya seorang desainer terkenal. Wayne sendiri tidak mempunyai saudara kandung, alias anak tunggal. Sejak kecil ia terbiasa dimanja. Apapun keinginannya pasti dituruti. Tapi sejak tiga tahun yang lalu terjadi perubahan besar dalam kehidupan keluarga itu. Karena jarang bertemu, ayahnya sibuk dengan perusahaan barunya di Taiwan, sedangkan ibunya sibuk mengurusi butik-butiknya yang tersebar di Amerika. Yang lebih parah, beberapa kali Wayne memergoki kedua orang tuanya, kalau kebetulan dua-duanya sedang berada di rumah, menyinggung-nyinggung tentang perceraian.
Disadari atau tidak, itu membawa dampak besar terhadap diri ABG berambut ikal itu. (more…)

Vania

Kalau ada lomba cewek paling menyebalkan, pasti Vanialah yang jadi pemenang. Anak yang satu itu, selain judesnya minta ampun, juga suka membuat anak lain jengkel. Meski cantik, berani taruhan deh, nggak ada yang naksir doi.
Kalimat terakhir itu terutama sekali dibenarkan oleh Andi yang (ternyata) pernah naksir Vania, dan langsung ditolak mentah-mentah dengan sikap judes dan angkuh. Patah hati berat si Andi. Padahal cowok itu sudah memenuhi kriteria cowok idaman: keren, ganteng, cakep, pintar, kaya, atletis, baik, penuh perhatian, pintar nyanyi, jago gitar. Minusnya… belum ketahuan, sih. (more…)

Beri Aku Setetes Keberanian

Chris melewati meja tempatku makan tanpa menoleh sedikitpun. Tentu saja, ia kan tidak kenal aku. Ia cowok paling hebat di sekolah ini (setidaknya bagiku). Anggota tim basket inti, ketua klub yudo, keren, pintar, ramah dan… pokoknya aku suka padanya. Hanya dengan melihatnya saja sudah senang setengah mati. Ia tidak sekelas denganku (lagipula mana mungkin? Aku satu tingkat di bawahnya). Begitulah, bagiku ia sangatlah hebat.
Masalahnya bukan hubungan antara aku dan Chris, tapi lebih pada diriku sendiri. Namaku sih cukup keren, Francie. Tapi sebenarnya aku hanya gadis yang terlalu biasa-biasa saja. Rambutku panjang sebahu dan lebih sering kuekor kuda. Badanku kurus, suaraku tidak bagus, dan aku tidak suka berolah raga. (more…)

Pelajaran Tentang Alison

Cerita ini saya tulis 10 September 1998, merupakan salah satu cerita pendek pertama, dan meskipun sederhana, adalah favorit saya.

Hai, friends! Kenalkan, namaku David Grounds. Tapi aku lebih dikenal dengan nama Lou saja. Jika kau bertanya siapa namaku yang selengkap-lengkapnya pun tetap akan kujawab satu kata itu, Lou. Bahkan sebagian temanku malah nggak kenal siapa itu David Grounds meskipun aku berada di depan hidung mereka. Tapi jika kau bertanya tentang Lou, nah, itu sih lain lagi.
Aku punya dua kakak, satu kakak kandung, namanya Allen. Satunya lagi adalah kakak sepupuku, tapi sudah kuanggap kakak sendiri. Yang terakhir inilah yang lebih mirip denganku daripada aku dengan Allen. Ya sifatnya, ya wajahnya. (more…)

Thanks, Mike… and Happy Birthday!

“July! Ada telpoooon!”
July menggeliat sebentar, lalu berangsur-angsur bangun. Ini hari Minggu, dan masih pukul tujuh. Huh, siapa sih yang nekad menelepon sepagi ini?
“Halo?”
“Pagi, July! Pasti baru bangun. Ya, kan?”
“Ngapain sih Mike, pagi-pagi udah nelpon? Awas kalo nggak penting.”
“Ha… ha… ha… emang gak penting koq. Cuma pengen denger suaramu pas bangun tidur. Udah ya, tidur lagi sana!”
Sial! Terlalu si Michael itu. Sambil mengumpat dalam hati July kembali ke kamarnya. Rencananya sih mau meneruskan tidur. Tapi begitu memejamkan mata malah yang terbayang kejadian barusan. Akhirnya July memutuskan untuk bangun saja. Sekalian mau joging. Eh, tapi joging koq jam tujuh sih? Malu dong sama tetangga. Ketahuan kalo bangunnya kesiangan. Apalagi tetangga July itu termasuk rajin-rajin semua. Pukul lima pagi sudah terdengar suara orang mandi, atau suara kerupuk digoreng, pokoknya menandakan dimulainya aktivitas sehari-hari. (more…)

Kisah Si Penipu

Ini adalah sebuah cerita tentang kebodohan. Dan si bodoh itu… menyesal sekali, akulah orangnya!
Di hari minggu pertama aku pindah sekolah ke SMA di kota kecil ini, entah kenapa hari-hari berlalu dengan sangat membosankan. Terutama bagiku yang sudah biasa menghadapi hal-hal penuh kejutan di kota asalku dulu. Tiba-tiba aku punya ide gemilang.
Begini, aku akan punya saudara kembar! Itu sih impossible memang karena aku ini sebenarnya anak tunggal. Tapi enak rasanya membayangkan punya saudara kembar. Pasti asyik nanti.
Besoknya. (more…)

I Love You

“Hallo?”
“Hallo juga,” jawab seseorang di ujung sana.
“Mau cari siapa, ya?”
“Kamu,”
“Aku?”
“Eh, aku suka kamu. Kamu mau jadi pacarku?”
“Ha? Siapa ini?”
Tapi tak ada yang menjawab. Tinggal Freda yang dengan tampang bingung meletakkan gagang telepon ke tempatnya semula. (more…)