Memang sesuai nih dengan harganya yang melebihi harga pakaianku yang paling mahal… Rencananya mo beli yang banyak supaya bener-bener bebas dari disposable diaper lagi.
Yuk hitung-hitungan dulu, dengan asumsi disposable cuma dipakai malam hari, 2 kali ganti:
Keperluan disposable diaper sebulan = 30 hari x Rp 1500 x 2 = Rp 90.000
Kalau dipakai minimal 2 tahun = Rp 90.000 x 24 = Rp 2.160.000
Padahal kalo belum tentu sehari cuma 2 diaper. Bagaimana kalau dipakai sepanjang hari? Hm, bisa dikira-kira nih habis berapa cuma buat beli diaper yang sekali pakai langsung dibuang.
Sedangkan kalau one-size cloth diaper, dengan asumsi harga per-setnya (cover + insert) Rp 250.000, berarti dengan uang dua juta rupiah udah bisa dapat 8 set cloth diaper yang bisa dicuci ulang, bahkan bisa diwariskan ke adik-adiknya.
Kalau aku, jelas pilih cloth diaper dong!
Ini nih sebagian keunggulan one-size cloth diaper:
tidak mengandung bahan kimia berbahaya seperti pada disposable diaper
lebih ramah lingkungan, lebih mudah didaur ulang
bisa dicuci dengan mudah, tinggal dicemplungin ke mesin cuci
bahannya anti bocor, tapi juga breathable
warna dan motif lucu-lucu, ga perlu pakai celana lagi di luarnya
lebih irit dalam jangka panjang, apalagi kalau toilet trainingnya di usia lebih dari 2 tahun
Bukan promosi nih. Aku sih nggak jualan cloth diaper
Waktu masa-masa setelah melahirkan dan harus pakai softex tiap hari, rasanya ga nyaman banget. Aku yakin Kenzo juga lebih suka pakai cloth diaper daripada “paper underwear”. Rela nih ga beli baju dulu buat aku. Lebih baik uangnya dipakai buat beli cloth diapernya Kenzo.
Hari ini kiriman cloth diaper-ku datang: Bumwear warna navy-dino dan Wonderoos warna natural. Tapi sementara belum bisa upload foto Kenzo bersama cloth diapernya. Besok rencananya mau dicuci dulu, karena menurut petunjuknya harus dicuci-jemur-kering minimal tiga kali untuk memaksimalkan daya serap.
Seumur-umur baru kali ini nyoba pakai cloth diaper. Untuk merek juga masih nyoba, mana yang paling pas buat Kenzo.
Tekadku mo ngurangin pemakaian disposable diaper. Selama ini kalo pake popok kain yang cuma selembar, agak repot, apalagi Kenzo suka minta gendong daripada tiduran manis di kasur. Kalo di kasur sih bisa dilindungi pakai perlak.
Tadi waktu nyoba yang Wonderoos, Kenzo pipis he he… Ternyata betul, yang basah cuma insertnya, sementara lapisan kantongnya langsung kering.
Habis nonton video bagaimana membuat selendang dari sehelai kain, aku langsung praktek pakai selendang batik pemberian mami. Agak susah sih waktu memposisikan Kenzo ke dalam selendang, sampai Kenzo protes he he… Tapi setelah berhasil ternyata enak juga. Kenzo juga kelihatannya nyaman, begitu masuk selendang batik, matanya langsung merem dan tidur pulas.
Aku jadi pengen beli sling Moms in Mind. Warnanya keren. Udah titip sih sama iparku yang di Singapore, karena setelah browsing di internet kayaknya di Indonesia ga ada yang jual.
Sampai sekarang aku belum bikin wish lish bayiku (baca: wish list mamanya). Tapi kalo ada yang mau ngasi kado sling dengan senang hati aku terima kok he he…
Btw, lama-lama pasti terbiasa gendong pakai sling. Lebih enak kalo buat jalan-jalan di mall atau sekedar makan di restoran. Soalnya aku dan Teddy ga begitu suka pakai stroller. Ribet dan ga praktis. Kalo pake sling, barang bawaan jadi ringkas. Selain itu sling juga bisa dipakai sebagai penutup pada waktu asi.
Untuk bayi yang sering digendong, sering timbul istilah”bau tangan”. Para ibu muda yang baru memiliki bayi sering dinasihati jangan terlalu sering digendong, nanti membuatnya manja. Sebenarnya, keinginan bayi untuk digendong merupakan hal yang alami.
Selama sembilan bulan dalam kandungan ibunya, seorang bayi seolah berada dalam ayunan. Sehingga ketika lahir, dia mencari kenyamanan yang sama dengan digendong. Menurut Karen Sokal-Gutierrez, MD, staf pengajar School of Public Health, University of California Berkeley mengatakan, bayi di bawah usia tiga bulan memang terlihat sangat membutuhkan bantuan orang yang ada disekitarnya.
Kenzo paling sering tertawa waktu dimandiin. Meskipun kalo tertawa belum ada suaranya.
Waktu mandi ini biasanya Kenzo paling bisa diajak berinteraktif. Kalo aku ngajak ngomong, Kenzo langsung balas ngoceh dengan suaranya yang mungil dan nggemesin.
Pernah, setelah bukain bajunya Kenzo untuk persiapan mandi, aku tinggal dia sebentar untuk masak air panas. Waktu balik, eh ternyata badan dan wajah Kenzo udah berlumuran pipis. Kok bisa sampai wajah? Ternyata Kenzo pipisnya sambil ngulet-ngulet ngangkat kaki.
Di lain hari, setelah dibukain baju, Kenzo pupup di perlak. Waktu sibuk membersihkan pupup sambil ngangkat kedua kakinya, eh, Kenzo pipis. Sudah bisa ditebak pipisnya kena wajahnya lagi. He he…
Hi, it's me, and Hubby! This blog is about my personal life, web design, web development, books review, gadgets, fashion, blogging, and making money. You can find me on Facebook, Multiply, Posterous, and Friendster. Read more about me.
Toko Baju Online
GaleriBaju.com adalah toko baju online yang menjual busana dan baju wanita, pakaian wanita, fesyen, gaun pesta dan gaun malam, dengan model terbaru dari Korea dan Jepang.