Nina’s Diary 010305

3 Januari 2005, 21.00
Hari pertama masuk kerja di tahun baru.
Nggak ada yang istimewa hari ini. Seabrek pekerjaan dengan semangat kukerjakan. Mungkin udah kelamaan libur, jadi hari ini tadi aku semangat sekali. Belum selesai semua sih, tapi itu bagus, karena menjamin besok aku nggak akan nganggur. Bayangkan. Kalau nganggur, waktu bisa seakan berhenti!
Hari ini acara New Year Party di apartemen Anya. Aku naik taksi. Aduh, aku nggak menyangka biaya taksi bisa semahal itu. Masa hampir sama dengan gajiku per hari.
Aku bertemu lagi dengan Irwan (atau siapapun namanya). Dia cuma tersenyum waktu melihatku. Eh, ga tau ya. Mungkin maksudnya tersenyum pada orang di belakangku. Habis waktu weddingnya Anya, Irwan sedikitpun nggak ngajak aku ngomong. Bahkan mungkin dia nggak sadar kalau aku ini pendamping mempelai wanitanya. Jadi aku pasang muka antara tersenyum dan tidak. Bisa disebut tersenyum, bisa juga tidak.
Suami Anya menawariku bir. Aku udah pernah punya pengalaman dengan bir, jadi kutolak saja. Sebaliknya Anya dengan santainya menghabiskan bergelas-gelas bir, sampai agak mabuk. Acara party jadi nggak begitu mengasyikkan karena Anya teler. Yang menjengkelkan lagi tidak ada yang kukenal di sana selain mereka bertiga.
Mungkin orang memang berubah setelah menikah ya…
Lagian ngapain sih Anya pake mabuk segala?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *